Lebar Rel Kereta Api


Sebagai orang awam, kita melihat jalan rel adalah jalan yang terbuat dari baja yang khusus untuk dilewati kereta api. Bila kita perhatikan lebih seksama, maka sepasang rel yang membentang tersebut disusun dengan jarak yang konstan antara kedua sisinya. Agar tidak bergeser ketika kereta lewat, rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup penambat, atau penambat e (seperti penambat Pandrol).

Dahulu bantalan rel terbuat dari kayu, namun sekarang sudah banyak bantalan yang diganti dengan beton. Di sekitar rel juga kita jumpai bebatuan kecil yang juga disebut batu kricak atau ballast. Fungsi ballast diantaranya adalah untuk meredam getaran rel saat kereta api melintas dan memperlancar proses drainase air saat hujan. Jalan rel harus dibangun dengan kokoh, karena setiap rangkaian kereta api yang lewat memiliki beban gandar (axle load) yang berat, ditambah seringnya frekuensi kereta api yang melintas setiap hari.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast. Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api. Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.
rail-gauges ukuran_rel

Ada beberapa lebar (gauge) yang digunakan, semakin lebar semakin stabil sehingga semakin tinggi kecepatan kereta apinya. Lebar trak yang umum digunakan di antaranya :

  • Lebar 700 mm, digunakan Kereta api Aceh, dari Besitang menuju Banda Aceh yang saat ini sudah tidak digunakan lagi.
  • Lebar 1000 mm disebut juga “meter gauge”, digunakan di Malaysia.
  • Lebar 1067 mm, atau 3 kaki 6 inci merupakan lebar rel yang digunakan secara umum di Indonesia, disebut juga sebagai Narrow gauge. Narrow gauge cocok untuk daerah yang bergunung-gunung karena trak yang lebar membutuhkan biaya besar dan pembangunannya lebih sulit.
  • Lebar 1435 mm, atau 4 kaki 8,5 inci. merupakan rel yang banyak digunakan didunia sehingga disebut juga sebagai Standard gauge.

Lebar trak dapat dilihat dalam gambar dan tabel berikut

 

Lebar (mm) Nama Instalasi Note
1.676 Trak India India (42.000 km), Pakistan, Argentina, Chile
1.668 Trak Iberian 14.337,2 km (2007) + 21 km lebar campuran Spanyol (Iberian+UIC, tiga rel dengan bantalan yg sama) Portugal, Spanyol
1.600 Trak Irlandia 9.800 km Ireland dan lebar penting yg minor di Australia -Victoria (4,017 km), Brazil (4,057 km)
1.524 Trak Russia 7.000 km Finland, Estonia
1.520 Trak Russia 220.000 km Negara2 CIS, Latvia, Lithuania, Mongolia
1.435 Trak Standard 720.000 km Eropa, Amerika Utara, China, Australia, Timur Tengah(60% dari KA dunia)
1.067 Trak Afrika Selatan (Cape gauge) 112.000 km Africa Selatan dan Tengah, Indonesia, Japan, Taiwan, Philippines, New Zealand, Australia (sebagian)
1.000 Trak Meter 95.000 km Asia Tenggara, India (17.000 km, sebagian sedang dikonversi ke Indian gauge, Brazil(23.489 km)

track-lg

Karena alasan transportasi menuju ke lokasi, biasanya dari pabrik pembuat rel, rel kereta dipotong menjadi rel dengan panjang 25 m. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan kereta api yang berjalan diatasnya maka rel tersebut disambung. Penyambungan rel dilakukan dengan beberapa cara :
  • Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan las termit dilokasi sehingga bisa menjadi rel yang menerus. Pengelasan menggunakan las termit dengan menggunakan bahan kimia senyawa besi yang ditempatkan di antara kedua rel kemudian bahan tersebut direaksikan pada suhu sampai mencairkan bahan kimia tersebut dan menyambung rel tersebut, sisa hasil reaksi kimia tersebut kemudian dipotong dan diratakan dengan rel.
  • Cara lain yang digunakan dalam mengelas rel kereta api adalah dengan cara las kilatan listrik atau dalam Bahasa Inggris disebut“Flash Butt Welding” , yaitu dengan mendekatkan ujung dua potong rel yang akan dilas yang telah diberi muatan listrik dengan arus yang sangat besar, sehingga ketika terjadi kontak akan timbul kilatan listrik yang akan memanaskan dan melelehkan ujung kedua rel yang didekatkan tersebut. Setelah ujung kedua rel yang didekatkan berpijar dan meleleh, ujung rel kedua tersebut disatukan dengan diberi tekananyang besar (150 s.d 300 kg/cm3) sehingga ujung dari kedua potong rel tersebut menyatu dan kemudian diratakan dan dimuluskan ketika rel masih berpijar. Kelebihan dari cara ini adalah tidak memerlukan bahan seperti las termit, dan hasil sambungan las pada rel lebih kuat daripada menggunakan las termit, selain itu las kilat membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu hanya 15 menit per titik las, dibandingkan dengan las termit yang membutuhkan waktu 25-30 menit per titik las. Namun, cara ini tidak terlalu cocok dan berbahaya di Indonesia, karena arus listrik pada rel dapat mengalir ke bagian rel yang lainnya. Mengingat banyak jalur rel di berbagai daerah terdapat pemukiman padat penduduk, terkadang ada orang terutama anak-anak secara iseng maupun tidak sengaja menyentuh rel yang diberi muatan listrik sehingga dapat menimbulkan bahaya sengatan listrik.
  • Pada sambungan ini digunakan suatu penyangga yang disebut sebagai fish plate yang dibaut pada kedua rel yang disambung. Dengan sambungan yang demikian akan terasa pada saat berjalan dalam kereta api.
Selain penjelasan di atas, dalam perkembangan teknologi perkeretaapian di dunia, kita juga mengenal beberapa jenis kereta yang berjalan di atas rel yang berbeda, seperti Monorail dan Maglev. Sesuai penamaannya, rel yang digunakan Monorail hanya berjumlah satu. Sedangkan konstruksi rel untuk Monorail terbuat dari beton. Maglev (magnetic levitation) adalah jenis kereta yang menggunakan medan magnet untuk bergerak. Saat ini, hanya ada satu jalur komersial untuk kereta Maglev, yaitu jalur yang menghubungkan Shanghai ke Bandara Internasional Pudong di China, sepanjang 30 km.

One comment on “Lebar Rel Kereta Api

  1. Membaca tulisan ini sebenarnya PT KAI sudah tahu bahwa untuk meningkatkan kecepatan tempuh KA di Indonesia perlu ditingkatkan kestabilannya, antara lain dengan menggunakan “standard gauge” atau ukuran lain yang lebih lebar dari pada yang sekarang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s